SUGENG RAWUH DATENG GUBUK ONLINE RAZY SAMUDRA: Blog ini kami sajikan untuk pengunjung, guna saling menambah khazanah keilmuan

Friday, August 6, 2010

B A G A I M A N A MENJADI PEMBAWA ACARA YANG BAIK

Oleh : Fahru Rozi,S.Pd.I, CM.

I. PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang agaknya juga mempengaruhi kebutuhan hidup sehari-hari menjadi semakin meningkat. Pengetahuan dan ketrampilan semakin dicari. Dan salah satunya dari sekian banyak ketrampilan yang kini banyak dikaji adalah “Bagaimana Menjadi Pembawa Acara yang Baik”.
Tampil dan bicara didepan umum sebagai pembawa acara, pada hakikatnya adalah merupakan perpaduan antara SENI dan PENGETAHUAN / KETRAMPILAN.
Seni adalah merupakan sesuatu yang tidak dapat di pelajari, kalau ada yang mengatakan “Saya sedang belajar ilmu lukis”, sebenarnya yang dimaksud oleh orang tersebut adalah bahwa dirinya sedang mempelajari tehnik-tehnik ketrampilan/pengetahuan melukis,oleh karena itu yang akan kita pelajari bukanya “SENI” tampil dan berbicara sebagai pembawa acara, melaikan pengetahuan/ketrampila tehnik-tehnik tampil danberbicara di depan umum sebagai pembawa acara.
Siapa saja dapat menjadi pembawa acara, tetapi untuk menjadi pembawa acara yang baik, dituntut untuk mengetahui beberapa hal, dan diperlukan persyaratan - persyaratan tertentu.

II. PENGERTIAN ISTILAH
Istilah Pembawa Acara ( PA ) merupakan terjemahan bebas dari istilah “Master of Ceremony” ( MC ). Disamping itu ada pula yang menyebut dengan istilah pemgarah acara, penyiar dan lain sebagainya.
Adapun sesuatu yang salah tetapi kaprah ( umum ) ialah pemakaian istilah “PROTOKOL” untuk menyebutkan pembawa acara, pembawa acara adalah sebagaian dari tugas-tugas protokol. Sedangkan protokol itu sendiri mempunyai tugas dan wewenang yang amat luas, yang meliputi antara lain etika menerimaan tamu, pengeturan ruan acara, pensunan acara,pembawa acara dan lain-lain. Jadi jelas bahwa istilah pembawa acara ( PA ) tidak sama dengan protocol.
Istilah apapun yang di pakai, yang terpenting dimaksudkan dalam konteks pembicaraan ini adalah “Seseorang yang tampil dan berbicara didepan umum secara langsung dan bertugas membawakan / menghantarkan / menjebatani antara mata acara yang satu kemata acara yang lain dalam suatu acara tertentu”.

III. FAKTOR-FAKTOR PENUNJANG BAGI SEORANG PEMBAWA ACARA
Pembawa acara akan menjadi salah satu pusat perhatian dalam suatu acara. Keberhasilan suatu acara secara keseluruhan diharapkan dari kemampuan/ketrampilan pembawa acaranya.
Bagaimanapun rapid an bagusnya acara yang di susun, namun pembawa acaranya kurang trampil dan kurang siap, maka gagallah keseluruhan acara tersebut. Kebanggaan dan kebahagiaan senantiasa terselip dilubuk hati seorang pembawa acara ( MC ) manakala “sukses”, dan sebaliknya penyesalan yang dalam manakala “gagal” dalammelaksanakan tugasnya.
Untuk menjadi seorang pembawa acara yang baik, tidak cukup berbekal suara yang baik saja, akan tetapi di perlukan latihan mental dan fisik yang cukup, serta di tunjang dengan referensi pengetahuan yang cukup pula, antara lain :
1. pengetahuan tentang kepemimpinan
2. Pengetahuan tentang protocol
3. Pengetahuan tenteng etika
4. Pengetahuan tentang penguasaan bahasa ( Indonesia / Asing )
5. Pengetahuan hubungan antar manusia ( Human Relation )
6. Pengetahuan tentang tata busana
7. Penguasaan tetang sini panggung
8. Penguasaan tentang alat-alat elektronika ( pengeras suara dan penguasaan mike )

Berbekal pengetahuan tersebut, diharapkan seorang pembawa acara akan tampil dengan prima dan tidak grogi. Di samping itu ada beberapa faktor lain yang merupakan bekal yang harus dimiliki bagi seorang pembawa acara diantaranya :
1. mempunyai pribadi yang baik
2. Mempunyai kepribadian untuk berdiri didepan orang banyak dan tidak grogi.
3. Ramah tamah , dan murah senyum dan tidak sombong.
4. Berwibawa, disiplin dan bertanggung jawab
5. Tidak mudah emosi dan bersikap tenang
6. Dapat menguwasai keadaan
7. Mempunyai daya pikir cerdas, cepat, tanggap, tegas dan kreatif
Selain bekal yang harus di miliki bagi seorang pembawa acara, ada beberapa hal yang harus di lakukan pada acara saat berlangsung .
1. Tampil dengan busana yang baik dan sopan , serta di sesuaikan dengan acara.
2. Meletakkan pengeras suara tepat di depan mulut
3. Mengucap salam pada awal dan akhir acara
4. Tidak selalu melihat catatan, tetapi tidak menghafal
5. Tidak diperbolehkan memberikan komentar atas pidato seseorang
6. Ketika tampil harus beranggapan tidak pernah salah

IV. MODAL DASAR
Untuk menjadi seorang pembawa acara yang baik tidak mudah, ada beberapa hal yang perlu untuk di mengerti dan di pelajari secara khusus sebagai modal dasar, antara lain :
A. Suara
Suara bagi seorang pembawa acara merupakan modal utama, karena suara merupakan medium atau alat perantara untuk mengadakan komunikasi dengan hadirin. Pria dan wanita masing-masing mempunyai volume suara yang berbeda, yang semua merupakan pembawaan sejak lahir.
Untuk suara pria diharapkan yang keras, berat, mantap dan iramanya berwibawa, sedangkan suara wanita haruslah lembut namun mantap dan iramanya berwibawa. Usahakan yang wajar dan tidak dibuat-buat, suara aslilah yang paling baik, dan sesuaikan pula dengan acara yang dibawakan.
B. Penampilan
Bagi seorang pembawa acara,sedapat mungkin harus dapat memperhatikan penampilannya. Yang dimaksud dengan penampilan disini adalah :
“Segala sesuatu yang ada pada diri seseorang dengan berpanduan antara gerak, mimic keserasian berbusana, disertai dengan nada dan irama yang diucapkan”.
Seorang pembawa acara ketika tampil harus dapat menampilkan pesonanya atau daya tariknya yang memukau. Oleh karena itu seorang pembawa acara harus selalu berusaha memukau atau mempesona hadirin dengan :
1. Cara berbicara yang baik ( tatabahasa harus yang benar )
2. Penampilannya
3. Keserasian berbusana harus sesuai dengan acara yang dibawakan.
C. Kondisi
1. Persiapan
Persiapan bagi seorang pembawa acara perlu sekali, karena tanpa persiapan yang baik, maka acara yang dibawakan akan gagal.
Persiapan yang dimaksud mengenai :
- Penampilan MC itu sendiri
- Susunan dan bentuk acaranya
- Pengenalan lingkungan ( lokasi tempat berlangsungnyaa acara )
- Mengatur letak pengeras suara
- Mengatur petugas yang akan tampil ( siap / belum )

2. Ketenangan
Ketenangan sangat diperlukan bagi MC, walaupun walaupun hal ini hanya dikaitkan dengan watak manusianya. MC harus berada di tempat penyelenggaraan minimal 30 menit sebelum acara di mulai. Hal ini dimaksudkan untuk membantu mengatur pernafasan, ketenangan, konsentrasi, sekaligus untuk melakukan kordinasi dengan panitia penyelenggara.
3. Disiplin
Disiplin bagi MC ialah ketepatan waktu dalam membawakan acara yang satu ke acara yang lainnya. Dan saat acara berlangsung MC harus selalu berada ditempat, agar apabila ada perubahan acara mendadak, akan dapat dengan mudah teratasi.
Suatu pengorbanan bagi MC adalah “Berangkat lebih awal dan pulang paling ahir”.
D. Tehnik
1. Bahasa yang diucapkan oleh MC di Indonesia pada umumnya bahasa Indonesia ( Nasional ). Usahakan didalam berbahasa Indonesia tidak menunjulan bahasa asli ( jawa : logat ) daerahnya.
2. Intonasi / Irama pada suara yang diucapkan / dibentuk, serasi dengan gaya kita, ketika sedang berbicara.
Seorang MC harus selalu dapat merubah nada dan irama suaranya, yang disesuaikan dengan bentuk acara yang dibawakan. Untuk mendapatkan irama yang baik dan mengesankan, perhatikanlah dengan seksama tanda baca pada kalimat ( titik koma ) dan naik turunnya nada suara.
3. Pernafasan bagi MC sangat penting dan perlu diatur sebaik mungkin, agar dalam membaca kalimat tidak terputus-putus. Yang mengakibatkan kalimat tidak jelas didengar.
4. Lafal merupaka pembawaan sejal lahir, seorang MC sebaiknya semopurna dan jelas dalam mengucapkan kalimat.
Contoh : - Huruf desis : s, z
- Huruf hidup : a, i, e, o
- Huruf hidung: ng.
Selain itu kejelasan vocal dari seorang MC juga sangar diperlukan, dan harus ditunjukan dengan volume suara dan irama penyampaian yang serasi.
5. Redaksi atau susunan kalimat yang sederhana, singkat, jelas, itulah yang baik. Sebab kalimat panjang dan bertele-tele akan menjemukan bagi yang mendengarkannya.
E. Latihan-latihan
Untuk menjadi MC yang baik memang membutuhkan waktu untuk belajar dan berlatih. Terutama latihan membaca keras, yang dimaksud tidak membaca dalam hati, namun disuarakan. Hal ini sangat penting untuk menguatkan atau melemaskan otot-otot leher. Disamping itu harus sering mencari pengalaman dengan praktek atau melihat penampilan MC yang sudah senior, dan professional.

V. PENUTUP
Demikian sedikit tentang “Bagaimana menjadi Pembawa Acara yang baik”. Selanjutnya sebagai penutup kiranya ada baiknya kami sampaikan beberapa anjuran yang dikemukakan para ahli, sebagai tambahan bekal bagi seorang pembawa acara agar mampu tampil dan berbicara sebagai petugas didepan umum secara pribadi.
1. Persiapan mental adalah salah satu cara untuk menambah kepercayaan diri sendiri.
Buatlah persiapan secara tertulis dan berlatihlah berulang kali.
2. Meskipun pembawa acara telah tampil beberapa kali di depan publik, namun pada saanya akan memulai tugasnya, mungkin rasa cemas ataupun getar ( demam panggung ) akan dirasakan, walaupun dalam kadar yang kecil sekali. Untuk itu hiruplah udara segar sebanyak – banyaknya, lalu hembuskan berlahan-lahan setiap kali hendak memulai membawakan acara.

Demikian, Selamat mencoba..... Sukses buat anda.

0 komentar: